Penentuan Nasib Valentino Rossi
KALAH pada seri pembuka 2008 MotoGP Qatar bahkan harus puas di urutan kelima, tentu hal yang tak diharapkan bagi mantan juara dunia 5 kali MotoGP Valentino Rossi (Fiat Yamaha). Apalagi, timnya sudah memenuhi tuntutan Rossi yaitu memakai ban Bridgestone buatan Jepang yang diyakininya lebih baik ketimbang ban Michelin (Prancis) yang dituding "The Doctor" sebagai salah satu penyebab kegagalanya musim lalu.
Namun, ban Bridgestone tidak banyak membantu Rossi untuk memulihkan reputasinya, setidaknya itu yang terlihat di MotoGP Qatar 2, Minggu (9/3). Bahkan, rekan setimnya yang lebih muda dan rookie di kelas MotoGP 2008, Jorge Lorenzo, mampu memperoleh hasil lebih baik.
Dua kali juara dunia GP250 yang memakai Michelin, ban standar tim Fiat Yamaha, mampu finis di urutan kedua, hanya kalah dari juara dunia bertahan Casey Stoner (Ducati Marlboro). Penampilan meyakinkan Stoner di awal musim membuktikan dirinya amat pantas memakai nomor 1 di motor Ducati-nya tahun ini.
Pada seri II MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (30/3), Rossi tidak punya pilihan lain. Dia harus mampu membuktikan kemampuan sebenarnya. Sirkuit Jerez sangat ideal bagi Yamaha YZR M-1 karena lintasan lurus terpanjangnya 600 meter. Rossi dengan ban Michelin, tampil sebagai juara tahun lalu, dengan mengalahkan pembalap andalan tuan rumah Dani Pedrosa (Repsol Honda) di urutan kedua. Stoner sendiri di urutan kelima.
Tahun lalu, ban Bridgestone kurang baik di lintasan Jerez yang temperaturnya masih agak dingin pada awal musim semi sehingga lambat panas. Berbeda dengan ban Michelin yang digunakan tim Fiat Yamaha dan Repsol Honda mampu memberi grip lebih baik pada kondisi dingin.
"Seharusnya, Rossi sudah bisa menyesuaikan diri dengan ban Bridgestone yang jadi pilihannya musim ini. Apalagi, dengan cuaca dingin seperti di Qatar. Terbukti, Stoner juga tetap mampu tampil maksimal dan jadi juara. Ban Bridgestone untuk cuaca dingin sudah jauh lebih baik tahun ini dibandingkan dengan musim lalu," ujar Kepala Mekanik Rossi, Jeremy Burgess dalam rilis tim Fiat Yamaha pada Gelora.
Cuaca di Spanyol siang hari dan Qatar malam hari tidak banyak berbeda di bulan Maret ini. Apalagi, tenaga mesin YZR-M1 sudah ditingkatkan. "Seharusnya, tidak ada masalah untuk bisa bersaing dengan Ducati GP8 yang digunakan Stoner," kata Burgess.
Meski persiapan Rossi sudah maksimal untuk penyesuaian ban Bridgestone, tidak akan mudah bagi "The Doctor" untuk mengalahkan para pesaingnya yang lebih muda.
"Kemampuan para pembalap muda di kelas MotoGP semakin bagus seperti yang terlihat di Qatar. Casey Stoner, Dani Pedrosa, Randy de Puniet, dan empat pendatang baru seperti Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, James Toseland, dan Alex de Angelis, tampil sangat bagus. Mereka haus kemenangan. Kemampuan (skill, ditunjang keberanian dan perhitungan yang tepat di tikungan, apalagi dibantu traction control, semakin mempercepat adaptasi mereka di kelas MotoGP," ujar Mick Doohan, mantan juara dunia 5 kali GP500, kepada Gelora melalui sambungan telefon internasional dari Gold Coast, Australia.
Sementara itu, kubu HRC yang tahun ini menargetkan mampu memberi perlawanan lebih ketat pada Ducati dan Yamaha, berupaya mencari kombinasi paket mesin, suspensi, dan ban yang akan mampu mendorong Dani Pedrosa tampil lebih konsisten setelah di Qatar hanya finis ketiga. Padahal, selepas start dari posisi ke-8, Pedrosa mampu langsung menyodok ke urutan terdepan.
"Dari sisi kemampuan motor, Honda RC212V dengan kapasitas mesin 800 cc pada tahun keduanya sudah semakin bagus. Terbukti, Dani mampu melesat dari posisi start ke-8 langsung ke urutan terdepan. Namun, ada beberapa hal yang perlu perbaikan agar bisa lebih konsisten dan bisa terus bersaing untuk perebutan juara hingga finis," kata Roger van der Borght, Direktur Operasional tim Repsol Honda.
Kubu Ducati yang di Qatar berjaya, tak mau sesumbar di Jerez. Pimpinan tim Ducati, Livio Suppo pada rilis tim Ducati Marlboro mengatakan, di Jerez persaingan akan semakin ketat khususnya dari Honda dan Yamaha.
"Tahun lalu, Stoner hanya finis kelima karena grip ban kurang baik. Lintasan lurus pendek akan menjadikan persaingan semakin ketat. Ducati, Yamaha, dan Honda akan imbang. Skill akan menjadi kunci untuk memenangi lomba, juga konsistensi pembalap dan pemilihan ban yang tepat. Sulit memprediksinya, namun saya tentu berharap Ducati bisa membalas kekalahan tahun lalu," kata Suppo.
Rossi memang kini jadi sorotan media. Bangkit di Jerez akan membuka peluangnya untuk bisa bersaing. Bila gagal lagi, tampaknya akan semakin berat bagi ambisi "The Doctor" untuk memulihkan reputasinya.
Apalagi, para pembalap muda semakin bersemangat untuk mengalahkan para pembalap senior. Bukan hanya Rossi yang dibuat repot, bahkan Nicky Hayden (Repsol Honda), juara dunia 2006.
Kita nantikan persaingan para pembalap muda menghadapi senior mereka di Sirkuit Jerez yang akan berlangsung normal di siang hari. Mampukah Rossi unjuk gigi atau pembalap muda kembali meredamnya?
|